ABU THALHAH AL-ANSHARY Radhiallahu ‘Anhu

15 04 2011

Kaum wanita Madinah mengatakan : “Belum pernah kami mendengar mahar kawin yang lebih mahal (mulia) daripada mahar Ummu Sulaim. Maharnya ialah masuk Islam.”

Zaid bin Sahal an-Najjary alias Abu Thalhah mengetahui bahwa perempuan bernama Rumaisha binti Milhan an-Najjariyah, alias Ummu Sulaim, hidup menjanda sejak suaminya meninggal. Abu Thalhah sangat gembira mengetahui Ummu Sulaim merupakan perempuan baik-baik, cerdas, dan memiliki sifat-sifat perempuan yang sempurna. (Lanjut….)





Pengobatan Dengan Menggunakan Habbatus Sawda’, Madu dan Bekam

9 03 2010

Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

PENGOBATAN MENGGUNAKAN HABBATUS SAWDA’ (JINTAN HITAM)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya di dalam habbatus sawda’ (jintan hitam) terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit kecuali kematian”.

Ibnu Syihab mengatakan : “Kata As-Saam di sini berarti kematian, sedangkan habbatus sawda’ berarti syuniz” [Al-Bukhari no. 5688/Al-Fath X/143, dan Muslim no. 2215 dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Lafazh ini adalah lafazh Muslim]

Habbatus sawda’ ini mempunyai manfaat yang sangat banyak. [Zaadul Ma’aad IV/297 dan lihat juga Ath-Thibbu Minal Kitab was Sunnah, karya Al-Allamah Muwaffaquddin Abdul Lathif Al-Baghdadi (hal.88)]

Jintan hitam sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit dengan izin Allah. (Lanjut….)





Keistimewaan Air Zam-Zam

10 02 2010

Oleh
Ustadz Mu’tashim

Air Zam-Zam bukanlah air yang asing bagi kaum Muslimin. Air ini mempunyai keutamaan yang sangat banyak. Rasulullah telah menjelaskan kegunaan air tersebut. Beliau bersabda,”Sebaik-baik air yang ada di muka bumi adalah Zam-Zam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit.”
(Hadits hasan. Lihat Shahih Targhib wa Tarhib, Syaikh al Albani, 2/18)
Apa rahasia dibalik air yang banyak memiliki khasiat dan penuh barakah ini? (Lanjut…)





Tata Cara Sholat Jamaah Wanita

12 05 2009

Tanya:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Afwan Ustadz,ana mau tanya. Kalau dalam shalat berjamaah yang jamaahnya semua perempuan ada iqamah tidak? Lalu dimana tempat imamnya? Apakah sama dengan laki-laki? Syukran jazakumullahu khairan.

Jawab:
Sholat berjamaah boleh dilakukan para wanita tanpa ada lelaki di sana dan menjadikan salah seorang dari mereka imam. Dasarnya adalah keumuman hadits keutamaan sholat berjamaah dan tidak adanya larangan wanita mengimami wanita lain dalam sholat. Juga ditambah hal ini pernah dilakukan sebagian shahabiah seperti Ummu Salamah radhiyaAllahu ‘anha dan ‘Aisyah radhiyaAllahu ‘anha. Tempat imamnya adalah di tengah-tengah mereka, sebagaimana dicontohkah ‘Aisyah radhiyaAllahu ‘anha, bahwa beliau mengimami para wanita dan berdiri di antara mereka dalam sholat wajib (riwayat Abdurrazaq dan ad-Daraquthni. Hadits ini shahih lighairihi). (Lanjut….)





KISAH SAKARATUL MAUTNYA ALQAMAH

6 02 2009

Oleh : Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Dari Abdullah bin Abi Aufa, ia berkata: Kami pernah berada di sisi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu datanglah seseorang, ia berkata, “Ada seorang pemuda yang nafasnya hampir putus, lalu dikatakan kepadanya, ucapkanlah Laa ilaaha illallah,akan tetapi ia tidak sanggup mengucapkannya.” Beliau bertanya kepada orang itu,” Apakah anak muda itu shalat?” Jawab orang itu,”Ya.” Lalu Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bangkit berdiri dan kami pun berdiri besama beliau, kemudian beliau masuk menemui anak muda itu, beliau bersabda kepadanya,”Ucapkan Laa ilaaha illallah.” Anak muda itu menjawab, “Saya tidak sanggup.” Beliau bertanya, “Kenapa?” Dijawab oleh orang lain, “Dia telah durhaka kepada ibunya.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah ibunya masih hidup?” Mereka menjawab, “Ya”. Beliau bersabda, “Panggillah ibunya kemari,” Lalu datanglah ibunya, maka belaiu bersabda, “Ini anakmu?” Jawabnya, “Ya.” Beliau bersabda lagi kepadanya, “Bagaimana pandanganmu kalau sekiranya dibuat api unggun yang besar lalu dikatakan kepadamu: Jika engkau memberikan syafa’atmu (pertolonganmu -yakni maafmu-) kepadanya niscaya akan kami lepaskan dia, dan jika tidak pasti kami akan membakarnya dengan api, apakah engkau akan memberikan syafa’at kepadanya?” Perempuan itu menjawab, “Kalau begitu, aku akan memberikan syafa’at kepadanya.” Beliau bersabda,” Maka Jadikanlah Allah sebagai saksinya dan jadikanlah aku sebagai saksinya sesungguhnya engkau telah meridlai anakmu.” Perempuan itu berkata, “Ya Allah sesungguhnya aku menjadikan Engkau sebagai saksi dan aku menjadikan Rasul-Mu sebagai saksi sesungguhnya aku telah meridlai anakku”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada anak muda itu, “Wahai anak muda ucapkanlah Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu,” Lalu anak muda itupun dapat mengucapkannya. Maka bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dengan sebab aku dari api neraka.” (Lanjut….)








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.